about . contact me . links . archives


Friday, 21 January 2011
Dealing With The Mind @ Friday, January 21, 2011

Tujuh hari dalam seminggu, tiga puluh hari dalam sebulan dan 365 hari dalam setahun. Apa yang membuat hari kita terasa berbeda pada setiap harinya? Perasaan kita apa yang kita pikiran dan lakukan membuat hari-hari kita dalam 365 hari dalam setahun yang membuat hari-hari kita menjadi berwarna. Terkadang ada hari di mana kita senang sekali, namun di lain hari kita bisa menjadi selayaknya banteng di arena tanding, marah tak terperih. Apa yang membuat semua itu terjadi? Menurut saya, semua itu disebabkan satu hal : PIKIRAN KITA!


Saya percaya banget apa-apa yang terjadi pada kita tak lepas dari peran pikiran kita. Karena kita manusia yang diberi Tuhan anugerah, akal..pikiran. Contohnya ketika kita merasa haus maka apa yang terjadi sebelum rasa haus itu kita sadari, ; kerongkongan kita kering kemudian pikiran kita bekerja dan memberi respon bahwa kita haus lalu otak merangsang anggota tubuh kita untuk bergerak mengambil air. Mungkin itu contoh konkritnya otak, tempat pikiran-pikiran kita bersarang mempunyai tugas yang maha dahsyat.


Kembali kepada hari-hari kita ketika setiap harinya membawa rasa yang berbeda-beda. Ada hari dimana semua terasa menyenangkan, gembira dan baik-baik saja. Namun ada juga hari dimana kita merasa semua yang kita lihat salah, semua yang orang lakukan kacau, semua terasa penuh hambatan dan susah. Namun apakah semua itu benar-benar sekacau itu atau apakah pikiran kita yang membuat semua itu kacau.


Siapa yang layak disalahkan ketika semua itu terjadi?Apa benar semua elemen di lingkungan ini berkonspirasi membuat kamu sedih, marah dan menjengkelkan? Atau ada sebab lain? Jangan-jangan pikiran kita yang membuat kekacauan itu semakin terasa kacau. Ada baiknya kita mengenali diri kita dan pikiran dan perasaan kita, bawa semuanya ke arah yang positif. Cari obat dari ‘kerusakan’ yang terjadi pada pikiran dan perasaan kita.


Karena saya percaya bahwa sedih, senang, marah, tidak marah semua adalah kita yang mengendalikan, satu-satunya yang bertanggung jawab dengan semua rasa di diri kita ya diri kita sendiri. Kita bahagia karena kita memilih untuk bahagia, kita sedih ya karena kita memilih untuk sedih. Jadi kenali diri mu, pikiran mu dan perasaan mu.


Be positive :)

Cheers,

Annisa Fauziah R – YOT CA Universitas Negeri Jakarta

Labels:

Comments (0)


haiicha
the virtual diary


this blog is contain a random thoughts and lil secret..



MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com
follow this blog




create &inspire.